Sunday, January 15, 2017

Ekowisata Mangrove Rawa Mekar Jaya

Selain Ekowisata Mangrove Mengkapan, di Kabupaten Siak kini memiliki kawasan hutan mangrove lainnya, yakni Hutan Mangrove Rawa Mekar Jaya.

Hutan Mangrove Rawa Mekar Jaya ini berada di Kampung Rawa Mekar Jaya, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, dengan luas sekitar 50 Hektar.

Untuk menuju kawasan Hutan Mangrove ini dapat ditempuh melalui jalur darat, yakni kurang lebih sekitar 3 jam dari Pekanbaru. Kawasan ini mulai didirikan pada awal tahun 2015 oleh Kelompok Pecinta Alam Kampung Mekar Jaya.

Pada awalnya mereka hanya ingin menyelamatkan pohon-pohon bakau yang dirusak oleh pihak yang tidak bertanggung jawab dengan menebang bakau secara liar.

Namun, karena melihat bahwa akar-akar kayu bakau tersebut sangat unik dan menarik serta memiliki potensi untuk dikembangkan, maka muncullah ide untuk mengelola kawasan tersebut menjadi tempat wisata yang dibuka untuk umum.

Untuk masuk ke kawasan ini anda tidak perlu merogoh kantong cukup dalam, hanya perlu membayar biaya parkir sebesar Rp 3.000,- untuk kendaraan roda dua dan Rp 5.000,- untuk kendaraan roda 4 dan ada sudah dapat menikmati suasana teduh dan asri yang masih terjaga serta pepohonan yang memenuhi Rumah Alam Mangrove secara gratis, ditambah jalan kambangan dari papan yang panjangnya sekitar 500 meter.

Mekar Jaya 1

Di dalam kawasan ini disediakan berbagai fasilitas yang dapat memanjakan pengunjung yang ingin melepas penat dari hiruk pikuknya suasana kerja. Selain suasana teduhnya pohon-pohon bakau, di sana juga terdapat rumah-rumah pohon untuk para pengunjung beristirahat melepas penat.

Bagi para pengunjung yang hobi memancing, dapat duduk bersantai di jembatan yang sudah disediakan di tepi sungai yang tentunya masih alami sehingga masih banyak ikan dan udang galah dan hasil pancingan tersebut dapat dibawa pulang secara gratis.

Selain untuk berwisata menikmati keindahan alam, di kawasan ini juga dapat dijadikan sebagai wisata edukasi dimana anak-anak, pelajar atau mahasiswa yang cinta lingkungan dapat belajar tentang pembibitan dan penanaman mangrove yang dikelola oleh Kelompok Rumah Alam Mangrove.

Kelompok Rumah Alam Mangrove telah melakukan berbagai upaya dalam pemanfaatan Ekositem Mangrove dengan pendekatan edukasi, wisata serta ekonomi kreatif berbasiskan masyarakat.

Selain mengenalkan hutan mangrove, juga telah disiapkan berbagai hasil olahan dari pohon mangrove dan hasil alam lainnya seperti sirup, dodol, selai dari buah-buahan pohon mangrove jenis berembang dan anyaman tikar dan atap rumah dari daun nipah.

Jadi untuk wisatawan yang datang dari jauh-jauh ke kawasan ini bisa membawa oleh-oleh dengan harga yang sangat terjangkau. Kegiatan penyelamatan ekosistem mangrove ini tentunya banyak sekali pengaruh serta manfaat untuk ekonomi dan kelestarian ekosistem bagi masyarakat yang berada dilingkungan mangrove.

The post Ekowisata Mangrove Rawa Mekar Jaya appeared first on infoRiau.



from infoRiau http://ift.tt/2joSrUK

Tuesday, November 8, 2016

Para Pahlawan Melayu Riau yang Terlupakan

Tokoh pahlawan Melayu Riau sebenarnya ada banyak. Khusus untuk yang mendapatkan gelar pahlawan nasional sendiri ada dua, yakni Sultan Syarif Qasim II yang berasal dari Siak Sri Indrapura dan Tuanku Tambusai yang berasal dari Rokan Hulu.

Adapun saat ini banyak dari kita yang melupakan para pahlawan Melayu Riau yang tak kalah heroiknya dibandingkan Sultan Syarif Qasim II dan Tuanku Tambusai.

Mereka adalah Hang Tuah, Tengku Sulung dari Reteh, Indragiri Hilir, Raja Ali Haji ‘Gurindam 12’ dari Kepulauan Riau, Raja Haji Fisabilillah dari Dabo, Singkep, Lingga, Datuk Tabano dari Kampar dan masih banyak lagi.

HANG TUAH

hang-tuahHang Tuah adalah seseorang pahlawan serta tokoh legendaris Melayu pada masa pemerintahan Kesultanan Malaka abad ke-15. Ia dikenal sebagai seorang pelaut miskin dengan pangkat laksamana dan juga petarung yang hebat, baik di laut maupun di daratan.

Hang Tuah bersama dengan rekan seperjuangan, Hang Jebat, Hang Nadim, Hang Kasturi, Hang Lekir, dan Hang Lekiu berhasil membunuh para bandit dan dua orang yang berjaya menghancurkan desa dengan amarahnya.

Karena kehebatannya tersebut, Bendahara (Perdana Menteri, red) dari Melaka mengambil mereka berempat untuk bekerja di istana.

Hang Tuah juga terkenal karena berhasil membunuh Taming Sari, seorang jawara yang jagoberkelahi, kebal senjata dan dapat menghilang. Ia berasal dari pemerintahan Kerajaan Majapahit.

Setelah membunuh Taming Sari, lalu Hang Tuah mengambil kerisnya dan diberi nama Taming Sari. Keris tersebut diceritakan dapat membuat pemiliknya memiliki kesaktian menjadi hilang.

TENGKU SULUNG

tengku-sulung

Merupakan seorang pejuang kemerdekaan yang melawanan kolonial Belanda di daerah Reteh, Sungai Batang. Ia diperkirakan lahir di Lingga, Kepulauan Riau.

Sejak Kecil, dididik dengan ajaran Islam yang ketat. Karena itu membuatnya tidak suka dengan Belanda dam tidak mau bekerjasama dengan Belanda dalam bentuk apapun.

Tengku Sulung menjadi Panglima Besar Reteh setelah Sultan Muhammad, Sultan Lingga yang berkuasa di Reteh. Kemudian ia membangun Benteng yang kelak ditandai dengan adanya Desa Benteng, Sungai Batang, Indragiri Hilir di Hulu Sungai Batang.

Benteng tersebut menjadi pertahanan Tengku Sulung bersama pasukannya dalam melawan Belanda. Akhirnya perjuangan Tengku Sulung dan pasukannya berhenti setelah Belanda membawa Haji Muhammad Thaha, juru tulis Tengku Sulung yang telah ditangkap Belanda di Kotabaru.

Ia diultimatum oleh Residen Belanda agar menyerah kepada Komandan Ekspedisi. Pada penyerangan 7 November 1858 yang banyak menewaskan rakyat Reteh, Tengku Sulung juga ikut tertembak di leher oleh pasukan Belanda.

RAJA HAJI FISABILILLAH

raja_haji_fisabilill

Raja Haji Fisabilillah dikenal sebagai salah satu tokoh pahlawan yang diabadikan menjadi nama bandar udara di Tanjung Pinang, yakni Bandar Udara Internasional Raja Haji Fisabilillah.

Ia lahir di Kota Lama, Ulusungai, Riau, pada tahun 1725 dan wafat di Ketapang, 18 Juni 1784. Beliau dimakamkan di Pulau Penyengat, Indera Sakti, Tanjung Pinang, Provinsi Kepulauan Riau.

Selain melawan pemerintahan Belanda, Raja Haji Fisabilillah juga berhasil membangun pulau Biram Dewa di sungai Riau Lama. Ia dijuluki sebagai Pangeran Sutawijaya (Panembahan Senopati) di Jambi, karena keberaniannya.

RAJA ALI HAJI

raja_ali_hajiRaja Ali Haji bin Raja Haji Ahmad atau yang lebih dikenal dengan nama penanya, yakni Raja Ali Haji, merupakan seorang ulama, sejarawan, dan pujangga abad ke-19 keturunan Bugis dan Melayu.

Raja Ali Haji lahir di Selangor, Malaysia, tahun 1808 dan meninggal di Pulau Penyengat, Kepulauan Riau, tahun 1873. Ia merupakan cucu dari Raja Haji Fisabilillah, Yang Dipertuan Muda IV dari Kesultanan Lingga.

Raja Ali Haji dikenal sebagai pencatat pertama dasar-dasar tata bahasa Melayu lewat buku Pedoman Bahasa yang menjadi standar bahasa Melayu. Kemudian standar bahasa Melayu itulah yang ditetapkan sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia, dalam Kongres Pemuda Indonesia 28 Oktober 1928.

Adapun mahakaryanya, Gurindam Dua Belas (1847), menjadi pembaru arus sastra pada zamannya. Selain itu, Kitab Pengetahuan Bahasa, Kamus Loghat Melayu-Johor-Pahang-Riau-Lingga penggal yang pertama, merupakan kamus ekabahasa pertama di Nusantara.

Syair Siti Shianah, Suluh Pegawai, Hukum Nikah, dan Sultan Abdul Muluk, Tuhfat al-Nafis (“Bingkisan Berharga” tentang sejarah Melayu), Mukaddimah fi Intizam (hukum dan politik), merupakan hasil karyanya.

Atas hasil-hasil karyanya tersebut, Raja Ali Haji juga patut diangkat jasanya dalam penulisan sejarah Melayu. Tak hanya aktif menulis, ia juga aktif sebagai penasihat kerajaan.

Pada 5 November 2004 yang lalu, Raja Ali Haji ditetapkan oleh Pemerintah Republik Indonesia menjadi pahlawan nasional.

DATUK TABANO

makam-datuk-tabano

Datuk Tabano adalah tokoh pejuang dari Kampar, yang nama kecilnya Gandulo. Ia dilahirkan tahun 1869 di kampung Uwai di Kenegrian daerah Limo Koto Kampar.

Beliau menjadi Dubalang dari Datuk Tuo dan diberi gelar Datuk Tabano oleh Ninik Mamak suku Melayu Datuk Tua, hasil kesepakatan kaum persukuan Kampar.

Datuk Tabano memegang kekuasaan pada saat negeri sedang carut marut, dengan pusat pertahanan berada di tepi sungai Kampar, Batu Dinding Rantau Berangin. Sedangkan pelocuan tonggak di daerah pulau Ompek Kuok.

Berbekal ilmu kebal diri, ia mampu mempertahankan Limo Koto dari serbuan Belanda yang datang dari hulu.

Pada pertengahan tahun 1895, terjadi perang antara Belanda dengan rakyat Limo Koto. Perahu pasukan Belanda tenggelam setelah dihajar pasukan Tabano, saat memasuki kandang perairan.

The post Para Pahlawan Melayu Riau yang Terlupakan appeared first on infoRiau.



from infoRiau http://inforiau.co.id/melayu/para-pahlawan-melayu-riau-yang-terlupakan/

Thursday, November 3, 2016

Maawuo Danau Bokuok, Tradisi Menangkap Ikan di Kampar

Event tradisional wisata Riau, Maawuo Danau Bokuok, bakal digelar pada tanggal 13 November 2016 mendatang.

Rencananya acara tahunan yang digelar di Danau Bokuok, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, ini akan dibuka langsung oleh Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman.

Maawuo Danau Bokuok merupakan tradisi menangkap ikan bersama-sama menggunakan jala. yakni sejenis jaring yang menggunakan besi pemberat di pinggir, saat dilempar akan mengembang.

Tradisi yang telah ada turun temurun sejak tiga ratus tahun yang lalu ini dulunya hanya dilaksanakan sekali setahun menjelang bulan puasa.

Adapun tujuannya agar ikan yang telah ditangkap dapat dijadikan sebagai bahan makanan. Karena pada jaman dulu, pada saat bulan puasa (ramadhan, red) masyarakat di sana tidak bekerja.

Tapi saat ini acara Maawuo Danau Bokuok hanya dilaksanakan sekali dalam beberapa tahun. Biasanya sebelum pelaksanaan Maawuo, para tetua adat dan ninik mamak menggelar rapat.

Masyarakat setempat pada hari H mendirikan pondok/tenda, bahkan sebagian masyarakat juga bermalam di sana.

Pesta rakyat Maawuo Danau Bokuok ini dipastikan akan berjalan meriah serta mendapatkan dukungan dari berbagi pihak, baik itu dari pemerintah daerah hingga seluruh tokoh masyarakat Tambang.

Rencananya akan ada lomba yang melibatkan para musisi tradisional antar desa yang ada di Kecamatan Tambang.

Pihak panitia juga telah mempersiapkan hadiah, salah satunya memperebutkan piala bergilir Gubernur Riau pada perlombaan pacu sampan yang akan diikuti seluruh Kecamatan se-Kabupaten Kampar. (grc)

The post Maawuo Danau Bokuok, Tradisi Menangkap Ikan di Kampar appeared first on infoRiau.



from infoRiau http://ift.tt/2eCh37D

Tuesday, November 1, 2016

UMP Riau 2017

Upah Minimum Provinsi (UMP) Riau dipastikan mengalami kenaikan sebesar 8,25 Persen jika dibandingkan dengan UMP pada tahun yang sebelumnya.

Hal tersebut setelah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi menetapkan angka UMP Riau tahun 2017.

Untuk diketahui bahwa UMP Riau tahun 2017 ditetapkan pada angka Rp 2.266.722,53 dan SK Penetapannya tersebut telah ditandatangani oleh Gubernur Riau, Selasa (1/11) pagi.

Seperti yang disampaikan oleh Kadisnakertransduk Riau, Rasidin Siregar, bahwa kenaikan UMP ini berdasarkan pada Peraturan Pemerintah (PP) 78 tahun 2015.

Adapun kenaikan UMP 8,25 persen ini berlaku secara nasional, yang mana Inflasi dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) menjadi tolak ukurnya.

Riau menjadi salah satu dari 17 provinsi di Indonesia yang menerapkan kenaikan UMP sebesar 8,25. Ke-17 provinsi tersebut antara lain:

  1. Kalimantan Tengah
  2. Sulawesi Utama
  3. Sulawesi Tengah
  4. Maluku
  5. Papua Barat
  6. Sulawesi Barat
  7. Bengkulu
  8. Riau
  9. DKI Jakarta
  10. Kalimantan Timur
  11. Sulawesi Selatan
  12. Kalimantan Utara
  13. Lampung
  14. Sulawesi Tenggara
  15. Maluku Utara
  16. Sumatera Selatan
  17. Papua

The post UMP Riau 2017 appeared first on infoRiau.



from infoRiau http://ift.tt/2eWAzMz

Tuesday, October 25, 2016

Sumur Kering, Masyarakat Rohul Gelar Salat Istisqa

Masyarakat di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) merindukan hujan. Sudah empat bulan belakangan intensitas hujan berkurang hingga sebabkan sumur masyarakat kering.

Akibat sumur di rumah kering, kebanyakan masyarakat lebih memilih beraktivitas di aliran sungai terdekat. Namun, bagi masyarakat berkecukupan, mereka lebih memilih membeli air dari Penyedia Air Bersih atau PAB.

Berharap hujan segera turun, siswa SMK Negeri 1 Rambah menggelar Salat Istisqa atau Salat minta hujan di halaman sekolahnya dipimpin Imam dan Khatib Ustad Amrizal, Selasa (25/10/16) pagi.

Kepala SMKN 1 Rambah Yulisman mengatakan Salat Istisqa dilaksanakan merupakan ide dari guru-guru di sekolahnya, karena musim kemarau sudah terjadi cukup lama.

“Ini ide dari guru-guru, karena sudah lama musim kemarau. Sumur di rumah para guru mulai kering,” ujar Yulisman uang dikutip inforiau.co.id dari riauterkinicom, Selasa sore.

Di hari yang sama, masyarakat di Kecamatan Rambah Samo juga menggelar Salat Istisqa di lapangan kantor Camat setempat.

Menurut masyarakat Rohul, musim kemarau tahun ini sudah luar biasa. Di tahun-tahun sebelumnya, musim kemarau hanya sekira tiga bulan, namun di tahun ini sudah empat bulan.

Dampak kemarau panjang, debit air Sungai Batang Lubuh Pasirpangaraian dan Sungai Rokan Ujungbatu juga sudah mulai menyusut.

Di musim kemarau, petugas BPBD Rohul punya tugas baru, distribusikan air bersih untuk masyarakat, seperti di Kecamatan Rambah Hilir dan Kecamatan Tambusai.

Hanya untuk mendapatkan air bersih masyarakat rela membawa jirigen, mencari air sampai ke aliran sungai dan aliran irigasi. Langkah ini dilakukan karena mereka tak punya uang cukup membeli air. (rtc/fdi)

The post Sumur Kering, Masyarakat Rohul Gelar Salat Istisqa appeared first on infoRiau.



from infoRiau http://ift.tt/2fdYTg5

2 Eks Kapolda Riau Beda Pernyataan SP3 Kasus Kebakaran Lahan

Bekas Kepala Kepolisian Daerah Riau Inspektur Jenderal Dolly Bambang Hermawan mengaku mengeluarkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3) terhadap tiga korporasi yang diduga membakar lahan. Dia membantah menghentikan penyidikan terhadap 15 korporasi.

“(SP3) itu pun dilakukan di Polres Pelalawan,” kata Dolly, di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa, 25 Oktober 2016. “Sisanya saya tidak tahu. Saya sudah bukan kapolda (kepala kepolisian daerah).”

Dolly menjelaskan penghentian penyidikan tersebut di hadapan Panitia Kerja Kebakaran Lahan dan Hutan Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat. Panitia memanggil Dolly sebagai Kepala Polda Riau sebelum digantikan Brigadir Jenderal Supriyanto.

Anggota Panitia Kerja dan Komisi Hukum, Arsul Sani, mengatakan bakal memanggil kembali Dolly dan mantan Kepala Polda Riau Brigadir Jenderal Supriyanto. “Sementara Pak Supriyanto bilang SP3 dilakukan oleh Kapolda sebelumnya,” ujar Arsul.

Pada rapat panitia kerja sebelumnya, Supriyanto menjelaskan SP3 dikeluarkan oleh Kapolda Riau. Supriyanto mengatakan pihaknya mengeluarkan SP3 karena tidak memenuhi persyaratan atau alat bukti.

Beberapa alasannya antara lain ada perusahaan yang sudah dicabut izinnya oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, kebakaran terjadi di lahan milik masyarakat, dan sumber api berasal dari lahan yang berseberangan.

Dolly menambahkan, selama jabatannya terdapat 18 kasus yang diusut terkait dengan kebakaran hutan. Namun, ia tak mengetahui munculnya SP3 terhadap 15 perusahaan sisanya. “Silakan saja kalau sekian banyak SP3, tinggal lihat bulan, kapan SP3,” ujarnya. seperti dikutip inforiau.co.id dari tempo.co. (tc/fdi)

The post 2 Eks Kapolda Riau Beda Pernyataan SP3 Kasus Kebakaran Lahan appeared first on infoRiau.



from infoRiau http://ift.tt/2eEqDXM

Monday, October 24, 2016

Korlantas Rancang Bayar Tilang bisa via “Online”

Korps Lalu Lintas Polri tengah merancang pembayaran tilang kendaraan menggunakan sistem online.

“Tilang, kami akan bikin online,” ujar Kepala Korps Lalu Lintas Irjen (Pol) Agung Budi Maryoto di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (24/10/2016).

Masyarakat tinggal mengunduh aplikasi yang disediakan oleh Polri. Melalui aplikasi itu, pelanggar tinggal membayar berapa denda sesuai pasal yang dilanggar.

“Bayarnya juga bukan cash. Tapi mobile banking,” ujar Agung.

Polri masih berkoordinasi dengan Kementerian Hukum dan HAM serta Mahkamah Agung untuk finalisasi regulasi rencana kebijakan itu.

Pihaknya akan menjadikan beberapa daerah sebagai percontohan tilang online, yakni DKI Jakarta, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

“Secara simultan kami lalu akan lanjutkan di seluruh Indonesia,” ujar dia.

Selain tilang, sistem online serupa juga direncanakan diterapkan secara masif dalam hal mengurus dokumen lalu lintas. Misalnya SIM, STNK dan BPKB.

Diketahui, mengurus SIM, STNK dan BPKB saat ini sudah bisa menggunakan sistem online, meskipun belum seluruhnya.

Agung mengatakan, hal itu dilakukan demi mencegah praktik pungutan liar.

“Itu bisa terputus (kemungkinan pungutan liar antara) masyarakat dengan si petugas. Kemudian mengurus ini juga bisa lebih cepat,” ujar Agung.

Soal sumber daya manusia Polri yang mengurus dokumen lalu lintas, Agung sudah mengadakan pelatihan dan pembekalan.

Jika masyarakat masih menemukan ada polisi yang memungut uang, Agung mempersilahkan untuk melapor ke Propam Polri.

“Karena fungsi pengawasan da penindakan internal ada di sana. Kewenangan saya hanya memberikan petunjuk soal pungli itu bahwa tidak boleh,” ujar Agung sebagaimana dikutip inforiau.co.id dari kompas. (kc/fdi)

The post Korlantas Rancang Bayar Tilang bisa via “Online” appeared first on infoRiau.



from infoRiau http://ift.tt/2eEqZz9