Saturday, May 27, 2017

Kawasan Wisata Beting Aceh, kini jadi kawasan Tambang

Keputusan Pemda Provinsi Riau untuk memberikan izin kepada PT. Logomas Utama untuk ‘menggarap’ pasir yang berada di kawasan perairan laut Kecamatan Rupat Utara Kabupaten Bengkalis, sontak menuai kontroversi di kalangan masyarakat. Hal ini dikarenankan kawasan tersebut merupakan bagian dari kawasan wisata bahari yang selama ini dibanggakan oleh masyarakat.

Sesuai informasi yang didapat, izin yang dikeluarkan oleh pemerintah Propinsi Riau melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu nomor 503/DPMPTSP/IZIN-ESDM/66 tertanggal 29 maret 2017 kepada PT. Logomas Utama seluas 5.030 Hektare di perairan Rupat Utara kabupaten Bengkalis termasuk didalamnya sebagian kecil pulau Beting Aceh dan Separuh dari Pulau Bali.

Selain itu, lokasi eksplorasi pasir laut yang yang diberikan kepada perusahaan tersebut masuk dalam rencana zona jalur penangkapan nelayan kabupaten Bengkalis. Hal ini tentu saja akan mengganggu aktifitas nelayan di sekitar lokasi. Banyak hal yang menyebabkan masyarakat meminta agar izin ini ditinjau ulang oleh pemerintah.

The post Kawasan Wisata Beting Aceh, kini jadi kawasan Tambang appeared first on infoRiau.



from infoRiau http://ift.tt/2r6sHhO

Monday, January 23, 2017

Gubri: Riau Siaga Darurat Karhutla

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau akhirnya mengeluarkan status siaga darurat bencana asap yang berlaku selama 96 hari, sejak hari ini (Selasa, 24/1) hingga 30 April 2017 mendatang.

Status siaga darurat ini disampaikan langsung oleh Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman, dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Penetapan Status Siaga Darurat Bencana Asap Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Riau yang bertempat di ruang Melati, Kantor Gubernur Riau.

Keputusan ini diambil oleh Pemprov Riau setelah Gubernur Riau mengikuti kegiatan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) di Istana kemarin (Senin, 23/1).

Gubri dalam sambutannya mengapresiasi keberhasilan tim Satuan Tugas (Satgas) Karhutla Riau tahun 2016 yang lalu dalam mengendalikan titik api.

“Secara nasional terjadi penurunan hotspot sebesar 83,2%, yang mana pada tahun 2015 luas lahan yang terbakar adalah 2,6 juta hektare. Sementara pada tahun 2016 menjadi 438.360 hektare,” terang Gubri.

Dengan menyatakan status siaga ini lebih awal, maka pencegahan karhutla akan lebih baik. Terlebih lagi telah ada 2 kabupaten/kota di Riau, yakni Kota Dumai dan Kabupaten Rokan Hilir yang tingkat titik apinya cukup tinggi.

“Hari ini kita sudah bisa menyatakan status siaga darurat di Provinsi Riau, sehingga pencegahan bisa segera dilaksanakan,” tutup Gubri.

Seperti yang kita ketahui bahwa pada tahun 2015 yang lalu, kasus karhutla memberikan dampak yang begitu besar karena mengganggu akitvitas pendidikan, pemerintah dan perhubungan.

The post Gubri: Riau Siaga Darurat Karhutla appeared first on infoRiau.



from infoRiau http://ift.tt/2kbIdW4

Sunday, January 15, 2017

Ekowisata Mangrove Rawa Mekar Jaya

Selain Ekowisata Mangrove Mengkapan, di Kabupaten Siak kini memiliki kawasan hutan mangrove lainnya, yakni Hutan Mangrove Rawa Mekar Jaya.

Hutan Mangrove Rawa Mekar Jaya ini berada di Kampung Rawa Mekar Jaya, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, dengan luas sekitar 50 Hektar.

Untuk menuju kawasan Hutan Mangrove ini dapat ditempuh melalui jalur darat, yakni kurang lebih sekitar 3 jam dari Pekanbaru. Kawasan ini mulai didirikan pada awal tahun 2015 oleh Kelompok Pecinta Alam Kampung Mekar Jaya.

Pada awalnya mereka hanya ingin menyelamatkan pohon-pohon bakau yang dirusak oleh pihak yang tidak bertanggung jawab dengan menebang bakau secara liar.

Namun, karena melihat bahwa akar-akar kayu bakau tersebut sangat unik dan menarik serta memiliki potensi untuk dikembangkan, maka muncullah ide untuk mengelola kawasan tersebut menjadi tempat wisata yang dibuka untuk umum.

Untuk masuk ke kawasan ini anda tidak perlu merogoh kantong cukup dalam, hanya perlu membayar biaya parkir sebesar Rp 3.000,- untuk kendaraan roda dua dan Rp 5.000,- untuk kendaraan roda 4 dan ada sudah dapat menikmati suasana teduh dan asri yang masih terjaga serta pepohonan yang memenuhi Rumah Alam Mangrove secara gratis, ditambah jalan kambangan dari papan yang panjangnya sekitar 500 meter.

Mekar Jaya 1

Di dalam kawasan ini disediakan berbagai fasilitas yang dapat memanjakan pengunjung yang ingin melepas penat dari hiruk pikuknya suasana kerja. Selain suasana teduhnya pohon-pohon bakau, di sana juga terdapat rumah-rumah pohon untuk para pengunjung beristirahat melepas penat.

Bagi para pengunjung yang hobi memancing, dapat duduk bersantai di jembatan yang sudah disediakan di tepi sungai yang tentunya masih alami sehingga masih banyak ikan dan udang galah dan hasil pancingan tersebut dapat dibawa pulang secara gratis.

Selain untuk berwisata menikmati keindahan alam, di kawasan ini juga dapat dijadikan sebagai wisata edukasi dimana anak-anak, pelajar atau mahasiswa yang cinta lingkungan dapat belajar tentang pembibitan dan penanaman mangrove yang dikelola oleh Kelompok Rumah Alam Mangrove.

Kelompok Rumah Alam Mangrove telah melakukan berbagai upaya dalam pemanfaatan Ekositem Mangrove dengan pendekatan edukasi, wisata serta ekonomi kreatif berbasiskan masyarakat.

Selain mengenalkan hutan mangrove, juga telah disiapkan berbagai hasil olahan dari pohon mangrove dan hasil alam lainnya seperti sirup, dodol, selai dari buah-buahan pohon mangrove jenis berembang dan anyaman tikar dan atap rumah dari daun nipah.

Jadi untuk wisatawan yang datang dari jauh-jauh ke kawasan ini bisa membawa oleh-oleh dengan harga yang sangat terjangkau. Kegiatan penyelamatan ekosistem mangrove ini tentunya banyak sekali pengaruh serta manfaat untuk ekonomi dan kelestarian ekosistem bagi masyarakat yang berada dilingkungan mangrove.

The post Ekowisata Mangrove Rawa Mekar Jaya appeared first on infoRiau.



from infoRiau http://ift.tt/2joSrUK

Tuesday, November 8, 2016

Para Pahlawan Melayu Riau yang Terlupakan

Tokoh pahlawan Melayu Riau sebenarnya ada banyak. Khusus untuk yang mendapatkan gelar pahlawan nasional sendiri ada dua, yakni Sultan Syarif Qasim II yang berasal dari Siak Sri Indrapura dan Tuanku Tambusai yang berasal dari Rokan Hulu.

Adapun saat ini banyak dari kita yang melupakan para pahlawan Melayu Riau yang tak kalah heroiknya dibandingkan Sultan Syarif Qasim II dan Tuanku Tambusai.

Mereka adalah Hang Tuah, Tengku Sulung dari Reteh, Indragiri Hilir, Raja Ali Haji ‘Gurindam 12’ dari Kepulauan Riau, Raja Haji Fisabilillah dari Dabo, Singkep, Lingga, Datuk Tabano dari Kampar dan masih banyak lagi.

HANG TUAH

hang-tuahHang Tuah adalah seseorang pahlawan serta tokoh legendaris Melayu pada masa pemerintahan Kesultanan Malaka abad ke-15. Ia dikenal sebagai seorang pelaut miskin dengan pangkat laksamana dan juga petarung yang hebat, baik di laut maupun di daratan.

Hang Tuah bersama dengan rekan seperjuangan, Hang Jebat, Hang Nadim, Hang Kasturi, Hang Lekir, dan Hang Lekiu berhasil membunuh para bandit dan dua orang yang berjaya menghancurkan desa dengan amarahnya.

Karena kehebatannya tersebut, Bendahara (Perdana Menteri, red) dari Melaka mengambil mereka berempat untuk bekerja di istana.

Hang Tuah juga terkenal karena berhasil membunuh Taming Sari, seorang jawara yang jagoberkelahi, kebal senjata dan dapat menghilang. Ia berasal dari pemerintahan Kerajaan Majapahit.

Setelah membunuh Taming Sari, lalu Hang Tuah mengambil kerisnya dan diberi nama Taming Sari. Keris tersebut diceritakan dapat membuat pemiliknya memiliki kesaktian menjadi hilang.

TENGKU SULUNG

tengku-sulung

Merupakan seorang pejuang kemerdekaan yang melawanan kolonial Belanda di daerah Reteh, Sungai Batang. Ia diperkirakan lahir di Lingga, Kepulauan Riau.

Sejak Kecil, dididik dengan ajaran Islam yang ketat. Karena itu membuatnya tidak suka dengan Belanda dam tidak mau bekerjasama dengan Belanda dalam bentuk apapun.

Tengku Sulung menjadi Panglima Besar Reteh setelah Sultan Muhammad, Sultan Lingga yang berkuasa di Reteh. Kemudian ia membangun Benteng yang kelak ditandai dengan adanya Desa Benteng, Sungai Batang, Indragiri Hilir di Hulu Sungai Batang.

Benteng tersebut menjadi pertahanan Tengku Sulung bersama pasukannya dalam melawan Belanda. Akhirnya perjuangan Tengku Sulung dan pasukannya berhenti setelah Belanda membawa Haji Muhammad Thaha, juru tulis Tengku Sulung yang telah ditangkap Belanda di Kotabaru.

Ia diultimatum oleh Residen Belanda agar menyerah kepada Komandan Ekspedisi. Pada penyerangan 7 November 1858 yang banyak menewaskan rakyat Reteh, Tengku Sulung juga ikut tertembak di leher oleh pasukan Belanda.

RAJA HAJI FISABILILLAH

raja_haji_fisabilill

Raja Haji Fisabilillah dikenal sebagai salah satu tokoh pahlawan yang diabadikan menjadi nama bandar udara di Tanjung Pinang, yakni Bandar Udara Internasional Raja Haji Fisabilillah.

Ia lahir di Kota Lama, Ulusungai, Riau, pada tahun 1725 dan wafat di Ketapang, 18 Juni 1784. Beliau dimakamkan di Pulau Penyengat, Indera Sakti, Tanjung Pinang, Provinsi Kepulauan Riau.

Selain melawan pemerintahan Belanda, Raja Haji Fisabilillah juga berhasil membangun pulau Biram Dewa di sungai Riau Lama. Ia dijuluki sebagai Pangeran Sutawijaya (Panembahan Senopati) di Jambi, karena keberaniannya.

RAJA ALI HAJI

raja_ali_hajiRaja Ali Haji bin Raja Haji Ahmad atau yang lebih dikenal dengan nama penanya, yakni Raja Ali Haji, merupakan seorang ulama, sejarawan, dan pujangga abad ke-19 keturunan Bugis dan Melayu.

Raja Ali Haji lahir di Selangor, Malaysia, tahun 1808 dan meninggal di Pulau Penyengat, Kepulauan Riau, tahun 1873. Ia merupakan cucu dari Raja Haji Fisabilillah, Yang Dipertuan Muda IV dari Kesultanan Lingga.

Raja Ali Haji dikenal sebagai pencatat pertama dasar-dasar tata bahasa Melayu lewat buku Pedoman Bahasa yang menjadi standar bahasa Melayu. Kemudian standar bahasa Melayu itulah yang ditetapkan sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia, dalam Kongres Pemuda Indonesia 28 Oktober 1928.

Adapun mahakaryanya, Gurindam Dua Belas (1847), menjadi pembaru arus sastra pada zamannya. Selain itu, Kitab Pengetahuan Bahasa, Kamus Loghat Melayu-Johor-Pahang-Riau-Lingga penggal yang pertama, merupakan kamus ekabahasa pertama di Nusantara.

Syair Siti Shianah, Suluh Pegawai, Hukum Nikah, dan Sultan Abdul Muluk, Tuhfat al-Nafis (“Bingkisan Berharga” tentang sejarah Melayu), Mukaddimah fi Intizam (hukum dan politik), merupakan hasil karyanya.

Atas hasil-hasil karyanya tersebut, Raja Ali Haji juga patut diangkat jasanya dalam penulisan sejarah Melayu. Tak hanya aktif menulis, ia juga aktif sebagai penasihat kerajaan.

Pada 5 November 2004 yang lalu, Raja Ali Haji ditetapkan oleh Pemerintah Republik Indonesia menjadi pahlawan nasional.

DATUK TABANO

makam-datuk-tabano

Datuk Tabano adalah tokoh pejuang dari Kampar, yang nama kecilnya Gandulo. Ia dilahirkan tahun 1869 di kampung Uwai di Kenegrian daerah Limo Koto Kampar.

Beliau menjadi Dubalang dari Datuk Tuo dan diberi gelar Datuk Tabano oleh Ninik Mamak suku Melayu Datuk Tua, hasil kesepakatan kaum persukuan Kampar.

Datuk Tabano memegang kekuasaan pada saat negeri sedang carut marut, dengan pusat pertahanan berada di tepi sungai Kampar, Batu Dinding Rantau Berangin. Sedangkan pelocuan tonggak di daerah pulau Ompek Kuok.

Berbekal ilmu kebal diri, ia mampu mempertahankan Limo Koto dari serbuan Belanda yang datang dari hulu.

Pada pertengahan tahun 1895, terjadi perang antara Belanda dengan rakyat Limo Koto. Perahu pasukan Belanda tenggelam setelah dihajar pasukan Tabano, saat memasuki kandang perairan.

The post Para Pahlawan Melayu Riau yang Terlupakan appeared first on infoRiau.



from infoRiau http://inforiau.co.id/melayu/para-pahlawan-melayu-riau-yang-terlupakan/

Thursday, November 3, 2016

Maawuo Danau Bokuok, Tradisi Menangkap Ikan di Kampar

Event tradisional wisata Riau, Maawuo Danau Bokuok, bakal digelar pada tanggal 13 November 2016 mendatang.

Rencananya acara tahunan yang digelar di Danau Bokuok, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, ini akan dibuka langsung oleh Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman.

Maawuo Danau Bokuok merupakan tradisi menangkap ikan bersama-sama menggunakan jala. yakni sejenis jaring yang menggunakan besi pemberat di pinggir, saat dilempar akan mengembang.

Tradisi yang telah ada turun temurun sejak tiga ratus tahun yang lalu ini dulunya hanya dilaksanakan sekali setahun menjelang bulan puasa.

Adapun tujuannya agar ikan yang telah ditangkap dapat dijadikan sebagai bahan makanan. Karena pada jaman dulu, pada saat bulan puasa (ramadhan, red) masyarakat di sana tidak bekerja.

Tapi saat ini acara Maawuo Danau Bokuok hanya dilaksanakan sekali dalam beberapa tahun. Biasanya sebelum pelaksanaan Maawuo, para tetua adat dan ninik mamak menggelar rapat.

Masyarakat setempat pada hari H mendirikan pondok/tenda, bahkan sebagian masyarakat juga bermalam di sana.

Pesta rakyat Maawuo Danau Bokuok ini dipastikan akan berjalan meriah serta mendapatkan dukungan dari berbagi pihak, baik itu dari pemerintah daerah hingga seluruh tokoh masyarakat Tambang.

Rencananya akan ada lomba yang melibatkan para musisi tradisional antar desa yang ada di Kecamatan Tambang.

Pihak panitia juga telah mempersiapkan hadiah, salah satunya memperebutkan piala bergilir Gubernur Riau pada perlombaan pacu sampan yang akan diikuti seluruh Kecamatan se-Kabupaten Kampar. (grc)

The post Maawuo Danau Bokuok, Tradisi Menangkap Ikan di Kampar appeared first on infoRiau.



from infoRiau http://ift.tt/2eCh37D

Tuesday, November 1, 2016

UMP Riau 2017

Upah Minimum Provinsi (UMP) Riau dipastikan mengalami kenaikan sebesar 8,25 Persen jika dibandingkan dengan UMP pada tahun yang sebelumnya.

Hal tersebut setelah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi menetapkan angka UMP Riau tahun 2017.

Untuk diketahui bahwa UMP Riau tahun 2017 ditetapkan pada angka Rp 2.266.722,53 dan SK Penetapannya tersebut telah ditandatangani oleh Gubernur Riau, Selasa (1/11) pagi.

Seperti yang disampaikan oleh Kadisnakertransduk Riau, Rasidin Siregar, bahwa kenaikan UMP ini berdasarkan pada Peraturan Pemerintah (PP) 78 tahun 2015.

Adapun kenaikan UMP 8,25 persen ini berlaku secara nasional, yang mana Inflasi dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) menjadi tolak ukurnya.

Riau menjadi salah satu dari 17 provinsi di Indonesia yang menerapkan kenaikan UMP sebesar 8,25. Ke-17 provinsi tersebut antara lain:

  1. Kalimantan Tengah
  2. Sulawesi Utama
  3. Sulawesi Tengah
  4. Maluku
  5. Papua Barat
  6. Sulawesi Barat
  7. Bengkulu
  8. Riau
  9. DKI Jakarta
  10. Kalimantan Timur
  11. Sulawesi Selatan
  12. Kalimantan Utara
  13. Lampung
  14. Sulawesi Tenggara
  15. Maluku Utara
  16. Sumatera Selatan
  17. Papua

The post UMP Riau 2017 appeared first on infoRiau.



from infoRiau http://ift.tt/2eWAzMz