Sunday, May 27, 2018

Ramadhan, Imperial Kitchen & Dimsum Tawarkan Aneka Promo

Bagi para pecinta dimsum dan berbagai menu Chinese food lainnya, tentu sudah tak asing lagi dengan Restoran yang satu ini yaitu Imperial Kitchen & Dimsum yang merupakan bagian dari Imperial Group.

Restoran yang mengedepankan menu Chinese Food dan tidak mengandung Babi (No Pork No Lard) ini telah berdiri sejak tahun 2009 dan kini sudah memiliki lebih dari 50 outlets yang tersebar di Pulau Jawa, Bali dan Sumatera salah satunya di Kota Pekanbaru yang terletak di Transmart Pekanbaru.

Di bulan Mei ini Imperial Kitchen & Dimsum akan melebarkan sayapnya dengan menambah satu lagi outlet-nya di Living World Pekanbaru yang akan dibuka pada tanggal 28 Mei 2018. Berkenaan dengan hal tersebut, akan ada Opening Promo mulai dari Rp 18.888,- dan berbagai promo menarik lainnya.

Namun tidak hanya itu saja, outlet yang berada di Transmart Pekanbaru juga tetap akan menawarkan berbagai promo menarik selama bulan Ramadhan seperti diskon 50% all item dimsum yang mulai berlaku dari tanggal 28 Mei – 2 Juni, Dimsum Fiesta Rp 9.999,- yang berlaku setiap hari, dan berbagai paket hemat lainnya.

Khusus bagi anda yang hobi membagikan momen anda ke media sosial, tunjukkan postingan saat bersantap di Imperial Kitchen & Dimsum ke staf restoran dan anda akan mendapatkan free Snow Ice Mini yang sangat menyegarkan.

Bagi anda yang masih penasaran dengan menu menu yang ditawarkan disini, kami berikan beberapa menu andalan dan recommended yaitu berbagai sajian Dimsum seperti siew mai, hakao, bakpao telur asin, lumpia, gao zi dan masih banyak lagi yang lainnya.

Sedangkan untuk sajian masakan China, pengunjung dapat menikmati menu menu seperti deep fried spicy chicken with garlic, roasted duck, home-made bean curd with shimeji mushroom, sautéed Kai-lan with two variations dan lain-lain.

A post shared by InfoRIAU (@info_riau) on May 26, 2018 at 4:20am PDT

Dengan tempat yang luas dan nyaman serta pelayanan yang cepat dan memuaskan, restoran ini cukup dapt dijadikan pilihan untuk bersantap bersama keluarga, teman maupun pasangan.

The post Ramadhan, Imperial Kitchen & Dimsum Tawarkan Aneka Promo appeared first on infoRiau.



from infoRiau https://ift.tt/2Lw4rzs

Monday, August 14, 2017

Tokoh dan Pejuang Daerah Diberi Penghargaan Oleh Pemprov Riau

Bersempena Hari Jadi Provinsi Riau ke-60, Pemprov Riau memberikan penghargaan kepada beberapa tokoh dan pejuang daerah yang telah berjasa bagi Provinsi Riau.

Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman di Lapangan Kantor Gubernur Riau, Rabu (9/8), kepada keluarga tokoh dan pejuang daerah yang berasal dari 12 Kabupaten/Kota di Provinsi Riau.

Berikut ini beberapa tokoh dan pejuang daerah Provinsi Riau yang menerima penghargaan:

  1. Brigjen. Pol. Pum. H. Toegimin yang berasal dari Kota Pekanbaru
  2. Mayor Murad Saidun yang berasal dari Kabupaten Kepulauan Meranti
  3. Raja Mit Niat yang berasal dari Kabupaten Indragiri Hulu
  4. H. Oemar Abdullah yang berasal dari Kabupaten Kuantan Singingi
  5. Mayor Zuhdi yang berasal dari Kabupaten Indragiri Hilir
  6. H Wan Saleh Tamin yang berasal dari Kabupaten Rokan Hilir
  7. M Nurdin Yusuf yang berasal dari Kabupaten Bengkalis
  8. H Tengku Said Nurdin yang berasal dari Kabupaten Pelalawan
  9. Haji Abdoel Karim Said yang berasal dari Kabupaten Siak
  10. Tengku Achmad Pangeran yang berasal dari Kabupaten Rokan Hulu
  11. H Gandulo Gelar Hulubalang Datuk Tabano yang berasal dari Kabupaten Kampar
  12. Tengku Jasin yang berasal dari Kota Dumai.

Sebelum memberikan penghargaan tersebut, Gubri mengajak kepada seluruh peserta Upacara untuk mengingat kembali sejarah perjuangan rakyat Riau serta para tokoh pendiri Provinsi Riau.

Saat itu Riau masih berada di bawah naungan Provinsi Sumatera Tengah. Namun berkat perjuangan para tokoh pendiri serta seluruh masyarakat Riau kala itu, akhirnya pada tanggal 9 Agustus 1957, Riau resmi berdiri menjadi sebuah provinsi.

The post Tokoh dan Pejuang Daerah Diberi Penghargaan Oleh Pemprov Riau appeared first on infoRiau.



from infoRiau http://ift.tt/2vDtwB9

Memaknai Hari Jadi Provinsi Riau ke-60

Hari Jadi Provinsi Riau memang telah usai, Rabu (9/8) yang lalu. Peringatan Hari Jadi yang ke-60 ini mengambil tagline “Provinsi Riau Berintegritas” dan tema “Menghulu Budaya Melayu, Menghilir Riau Berintegritas”.

Akan tetapi, tentunya tidak banyak dari kita yang tahu apa makna tagline dan tema yang diusung Pemprov Riau tersebut.

Menghulu Budaya Melayu dimaksudkan adalah mengenalkan kembali budaya Melayu Riau. Pada peringatan Hari Jadi Provinsi Riau kemarin, Pemprov Riau melalui Dinas Kebudayaan Riau menggelar beraneka permainan rakyat.

Adapun Festival Permainan Rakyat Se-Provinsi Riau yang digelar di Taman Budaya Provinsi Riau, Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, ini diharapkan dapat melestarikan serta memajukan kebudayaan Melayu Riau.

Sedangkan maksud dari Riau Berintegritas adalah untuk menunjukkan komitmen tentang pentingnya menanamkan integritas mulai dari diri sendiri, keluarga maupun di masyarakat.

Seperti yang kita ketahui pada Desember 2016 lalu, Provinsi Riau telah menjadi Tuan Rumah Peringatan Hari Anti Korupsi Internasional (HAKI).

Dengan ditunjuknya Provinsi Riau menjadi Tuan Rumah Peringatan HAKI tersebut, maka Pemprov Riau bersama Pemerintah Kabupaten dan Kota se-Riau telah me-launching Pembangunan Zona Integritas.

Tidak cukup itu saja, Gubernu Riau Arsyadjuliandi Rachman juga menetapkan kebijakan pengendalian gratifikasi melalui Peraturan Gubernur Riau Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pedoman Pengendalian Gratifikasi di lingkungan Pemprov Riau.

Di samping itu, Pemprov Riau telah membentuk Unit Pengendalian Gratifikasi (UPG) melalui Keputusan Gubernur Riau Nomor Kpts.242/II/2016 tanggal 15 Februari 2016.

Maka dengan adanya Pergub dan UPG tersebut menunjukkan bahwa Pemprov Riau berupaya untuk komit dalam memberantas korupsi. Karena integritas merupakan sikap untuk mencegah korupsi.

Terlebih lagi hal ini sangat mendukung dalam upaya mewujudkan Visi Riau 2020, yang mana diharapkan menjadi kekuatan yang mampu menggelindingkan dengan lebih laju roda pembangunan daerah tanpa lepas dari kearifan lokal Tamadun Melayu.

The post Memaknai Hari Jadi Provinsi Riau ke-60 appeared first on infoRiau.



from infoRiau http://ift.tt/2wZprXn

Sunday, August 6, 2017

HUT Riau Ke-60, Pemprov Gelar Riau Berzikir

Dalam rangka memperingati Hari Jadi Provinsi Riau yang ke-60, Pemprov Riau akan menggelar acara Riau Berzikir di Halaman Kantor Gubernur Riau, Selasa (8/8) pukul 06.00 WIB.

Sebagaimana diketahui bahwa pada Hari Jadi Provinsi Riau jatuh pada tanggal 9 Agustus 2017 mendatang, Pemprov Riau akan menggelar beraneka permainan rakyat tradisional.

Adapun kegiatan Riau Berzikir ini sendiri merupakan hasil koordinasi dari Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Riau dengan Pemprov Riau.

Karo Kesra Provinsi Riau, Masrul Kasmi saat dihubungi melalui ponselnya mengatakan bahwa acara Riau Berzikir ini rencananya akan dihadiri oleh 10.000 peserta.

10.000 peserta tersebut terdiri dari PNS dan THL di lingkungan Pemprov Riau, siswa dari SMA, MA, dan MTS, serta Pegawai Kanwil Kemenag Provinsi Riau dan Pegawai Kanwil Kemenag Kota Pekanbaru.

“Acara ini akan dipandu oleh Ustad M. Abdul Syukur Yusuf yang berasal dari Majelis Az-Zikra Jakarta,” jelas Masrul Kasmi.

Lebih lanjut ia mengatakan sebelum acara ini dimulai, para peserta diharapkan untuk melakukan Shalat Dhuha masing-masing terlebih dahulu. Ia juga mengundang masyarakat untuk turut menghadiri kegiatan ini.

“Acara ini terbuka untuk umum, oleh karena itu kepada masyarakat yang ingin hadir dipersilahkan,” tutupnya.

The post HUT Riau Ke-60, Pemprov Gelar Riau Berzikir appeared first on infoRiau.



from infoRiau http://ift.tt/2vvA47j

Monday, July 31, 2017

Hari Jadi Provinsi Riau Ke-60 Usung Tradisi & Budaya Melayu

Dalam rangka memperingati Hari Jadi Provinsi Riau Ke-60 yang jatuh pada tanggal 9 Agustus 2017 mendatang, Pemprov Riau akan menggelar beraneka permainan rakyat tradisional.

Adapun untuk peringatan Hari Jadi Provinsi Riau Ke-60 kali ini, Pemprov Riau mengangkat tema tradisi dan budaya melayu Riau.

Selain itu nantinya akan ada tiga Warisan Budaya yang akan ditampilkan, yakni Pantun, Kapal Pinisi serta Pencak Silat.

Tak hanya mengadakan Pameran Warisan Budaya, Pemprov Riau akan bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI dengan menggelar Workshop dan Demo Warisan Budaya.

Untuk Lomba Pantun tersebut nantinya dilaksanakan Workshop Pantun. Sementara untuk Festival Permainan Rakyat ada tiga permainan yang akan dilombakan, yakni Gasing, Layang-Layang dan Congkak.

Peringatan HUT Riau akan semakin semarak dengan dilangsungkannya Festival Zapin se-Riau yang nantinya akan memperebutkan Piala Gubernur Riau.

Pemprov Riau kemudian juga menginstruksikan kepada seluruh ASN dan PTT di lingkungan Pemprov Riau untuk memakai Pakaian Melayu Lengkap terhitung mulai tanggal 1 Agustus hingga 9 Agustus 2017 mendatang.

Dengan tagline “Provinsi Riau Berintegritas”, Pemprov Riau mengharapkan para ASN di lingkungan Pemprov Riau untuk meningkatkan integritas dalam bekerja.

The post Hari Jadi Provinsi Riau Ke-60 Usung Tradisi & Budaya Melayu appeared first on infoRiau.



from infoRiau http://ift.tt/2vhqZ1a

Wednesday, July 19, 2017

Forum Anak Nasional 2017 Resmi Digelar

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bersama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menggelar Forum Anak Nasional (FAN) 2017 yang berlangsung dari tanggal 19 hingga tanggal 22 Juli 2017.

Hal tersebut disebabkan karena Provinsi Riau telah ditunjuk menjadi Tuan Rumah Penyelenggaraan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2017 yang akan dilaksanakan di Halaman Belakang Rumah Dinas Gubernur Riau, Jalan Diponegoro, pada Ahad (23/7) mendatang.

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Anak Nasional Tahun 2017 ini diikuti oleh 525 anak yang berasal dari seluruh Indonesia. Adapun pelaksanaan Hari Anak Nasional Tahun 2017 ini rencananya akan dihadiri oleh Presiden Joko Widodo.

Forum Anak Nasional 2017 ini dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Riau (Wagubri) Wan Thamrin Hasyim di Hotel Labersa, Rabu (19/7) malam.

Wakil Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat atas kepercayaannya menunjuk Riau sebagai Tuan Rumah pelaksanaan Hari Anak Nasional 2017.

Ia kemudian berharap dengan adanya forum ini maka anak-anak Indonesia dapat menjadi generasi penerus yang lebih baik demi masa depan Indonesia yang cerah.

Di lain pihak Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Lenny R Rosalin, meminta kepada para peserta untuk dapat memanfaatkan acara itu untuk saling mengenal sesama anak Indonesia.

“Manfaatkan waktu tiga hari ini agar bisa saling belajar dan hasilnya dibawa pulang untuk disebarkan ke teman-teman di daerah,” ujar Lenny.

Turut hadir dalam acara ini antara lain Istri Gubernur Riau Sisilita Arsyadjuliandi, Ketua DPRD Riau Septina Primawati Rusli, Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Lenny R Rosalin, dan Psikolog anak Kak Seto.

The post Forum Anak Nasional 2017 Resmi Digelar appeared first on infoRiau.



from infoRiau http://ift.tt/2th2UUG

Wednesday, July 12, 2017

Keindahan Pulau Batu Mandi

Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki banyak pulau yang dapat dijadikan sebagai destinasi wisata. Untuk di Provinsi Riau sendiri Pulau Batu Mandi adalah salah satunya.

Pulau Batu Mandi terletak di tengah perairan Selat Malaka, Kecamatan Panipahan, Kabupaten Rokan Hilir, Riau. Salah satu jajaran pulau terluar Indonesia ini diketahui memiliki terumbu karang yang cantik.

Pulau Batu Mandi merupakan bagian dari gugusan Kepulauan Arwah yang terdiri dari sembilan pulau-pulau kecil yang terletak di perairan Selat Malaka.

Untuk bisa ke pulau ini, perjalanan bisa Anda mulai dari Pekanbaru menuju Rokan Hilir dengan menggunakan dengan kendaraan roda empat selama kurang lebih 2 jam perjalanan.

Kemudian perjalanan dilanjutkan ke Kecamatan Panipahan selama sekitar 30 menit. Dari sini, perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan speed boat ke Pulau Batu Mandi selama sekitar 2 jam perjalanan laut.

Pulau ini berupa batu hitam yang tidak terlalu tinggi, di atasnya didirikan bangunan rumah yang digunakan untuk tempat berjaga.

Kondisi perairannya pun juga termasuk jernih dengan ombak yang sedang. Hal ini disebabkan angin yang bertiup kencang dari barat tidak ada penghalang hingga ke pulau ini.

Arus di daerah perairan Pulau Batu Mandi ini berasal dari Selat Melaka yang bergerak ke arah Timur tanpa pembelokkan yang berarti, dengan kecepatan arusnya sekitar 0,69 m/detik.

Sedangkan kedalaman pantainya berada pada kisaran 11-37 meter. Pulau ini sendiri tidak berpenghuni dan tidak layak untuk ditempati.

Terumbu Karang di Pulau Batu Mandi ini memiliki berbagai jenis terumbu karang dengan presentase penutupan yang rendah yaitu sekitar 29,34%.

Jenis terumbu karang yang dominan antara lain karang keras (Hard Coral) yaitu sebanyak 57,2%. Sementara jenis lainnya yakni karang mati (Dead Coral) 22,3% dan karang lunak (Soft Coral) 31,5%.

Oleh karenanya perikanan di peraiaran Pulau Batu Mandi memiliki kekayaan hayati yang melimpah antara lain ikan hias, tuna, tenggiri, cakalang, kembung, kerapu, kakap dan teri.

Bagi Encik dan Puan yang memiliki hobi memancing, tidak ada salahnya untuk mencoba peruntungan melempar kail di sini.

Pulau Batu Mandi dan Pulau Jemur serta pulau-pulau di sekitarnya yang termasuk gugusan Kepulauan Arwah ini memiliki pemandangan yang indah serta masih alami dengan pantai berpasir putih dan laut yang biru.

Jika beruntung, Encik dan Puan juga bisa bertemu dengan penyu yang sedang bertelur di pulau ini.

Pada bagian tertentu di pulau ini terdapat pasir putih yang sangat halus. Pasir tersebut merupakan tempat favorit para penyu untuk menyimpan telurnya.

Banyaknya penyu yang singgah ke pulau ini membuat penjaga pulau membuatkan penangkaran penyu di sini.

Untuk diketahui bahwa kawasan gugusan Kepulauan Arwah ini merupakan cagar satwa langka serta menjadi tempat penangkaran penyu.

Meski pulau ini belum menjadi kawasan wisata serta jika dilihat dari kejauhan pulau ini terlihat kurang menarik, pulau ini memiliki keindahannya tersendiri.

Cobalah untuk menyelami laut di sekitarnya, terumbu karang yang cantik pasti akan menghipnotis Encik dan Puan.

Air yang jernih serta ombaknya pun cukup aman untuk para wisatawan. Sehingga lokasi ini sangat cocok untuk Encik dan Puan yang memiliki hobi menyelam. Bagaimana Encik dan Puan, tertarik ke sini?

The post Keindahan Pulau Batu Mandi appeared first on infoRiau.



from infoRiau http://ift.tt/2tOOz2F

Monday, July 10, 2017

Warisan Budaya Riau

Provinsi Riau memiliki banyak sekali warisan budaya. Saat ini ada delapan warisan budaya Riau yang telah lolos sertifikasi WBTB (Warisan Budaya Tak Benda) Indonesia.

Kedelapan warisan budaya Riau tersebut antara lain:

  1. Tunjuk Ajar Melayu, yang merupakan karya (Alm) Tenas Effendy
  2. Sijobang Buwong Gasiong, cerita rakyat
  3. Silat Perisai, tradisi seni bela diri
  4. Zapin Api, asal Pulau Rupat Utara
  5. Zapin Meskom, asal Desa Meskom, Bengkalis
  6. Manongkah (Ski lumpur), tradisi Suku Laut Indragiri Hilir
  7. Perahu Baganduang, atraksi budaya khas masyarakat Kuantan Mudik berupa parade sampan tradisional yang dihiasi berbagai ornamen dan warna-warni yang menarik
  8. Batobo, tradisi gotong royong dalam mengerjakan sawah yang berkembang luas di wilayah Bangkinang, Kampar

Dengan adanya sertifikasi WBTB tersebut, maka negara tetangga tidak akan mudah mengklaimnya sebagai warisan budaya mereka.

Hal tersebut dikarenakan adanya sertifikat WBTB Indonesia yang menjadi syarat mutlak dalam pengusulan warisan budaya dunia di UNESCO.

Untuk diketahui bahwa sebelumnya telah ada sepuluh warisan budaya Melayu Riau yang mendapat serfikat.

Adapun untuk tahun ini, sertifikat WBTB tersebut akan diserahkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI kepada Gubernur Riau pada Oktober atau November 2017 di Taman Ismail Marzuki Jakarta.

Dari delapan warisan budaya Riau tersebut, kini ada tiga warisan budaya yang diajukan ke UNESCO, yaitu pantun, perahu baganduang dan pencak silat.

Ketiga warisan budaya tersebut sedang diproses untuk mendapat pengakuan dari UNESCO sebagai warisan budaya yang berasal dari Provinsi Riau.

Rencananya, ketiga warisan budaya tersebut akan ditampilkan pada 9 Agustus 2017 mendatang dalam rangka memperingati hari jadi Provinsi Riau.

The post Warisan Budaya Riau appeared first on infoRiau.



from infoRiau http://ift.tt/2u7EK1Q

Sunday, July 9, 2017

Provinsi Riau Jadi Tuan Rumah HAN 2017

Provinsi Riau telah ditunjuk menjadi Tuan Rumah penyelenggaraan event Hari Anak Nasional (HAN) 2017 yang rencananya akan digelar di Halaman Belakang Kediaman Rumah Dinas Gubernur Riau, Ahad (23/7) mendatang.

Pelaksanaan HAN 2017 yang akan dihadiri langsung oleh Presiden RI, Joko Widodo, ini akan mengundang sekitar 4.000 anak yang terdiri dari peserta Forum Anak Nasional, anak-anak Sekolah di Pekanbaru, pejabat Pemerintah Pusat dan Daerah, serta anak Berkebutuhan Khusus (ABK).

Mengambil tema Perlindungan Anak Dimulai dari Keluarga”, HAN 2017 diharapkan dapat mewujudkan ketahanan keluarga untuk mendorong tumbuh kembang anak Indonesia yang berkualitas; mewujudkan keluarga ramah anak untuk melindungi hak anak dari berbagai tindak kekerasan, eksploitasi dan diskriminasi; serta membangun karakter anak Indonesia yang berakhlak mulia dan cinta tanah air.

Latar belakang pelaksanaan HAN 2017 sendiri adalah menjadi momen penting bagi anak Indonesia untuk merayakan keberadaan mereka sebagai penerus bangsa, karena sejak dini anak-anak perlu dipersiapkan dengan berbagai pengetahuan dan life skills untuk menghadapi situasi dunia di masa mendatang.

Sehingga perlu adanya pengembangan pengetahuan dan kepribadian serta karakter yang kuat, agar mampu bekerja keras, dengan disertai karakter jujur, cerdas, kreatif, dan mandiri.

The post Provinsi Riau Jadi Tuan Rumah HAN 2017 appeared first on infoRiau.



from infoRiau http://ift.tt/2u1CDga

Saturday, June 17, 2017

Berziarah Ke Makam Sultan Syarif Kasim II

Jika berkunjung ke Kota Siak Sri Indrapura, rasanya tidak lengkap jika tidak berziarah ke makam Sultan Syarif Kasim II yang letaknya bersebelahan dengan Mesjid Syahabuddin.

Terutama pada saat bulan Ramadhan ini, makam Sultan Syarif Kasim II ini selalu ramai dikunjungi oleh para wisatawan. Tak hanya dari berbagai daerah, tetapi juga wisatawan dari negeri jiran seperti Malaysia dan Singapura.

Sultan Syarif Kasim II beserta keluarganya dimakamkan di sini. Begitu masuk, tampak lambang resmi Kesultanan Siak terpampang di bagian atas bangunan makam.

Untuk beberapa kerabat dan keluarga Sultan Syarif Kasim dimakamkan di area luar ruangan. Sedangkan makam Sultan Syarif Kasim II berada di dalam bangunan.

Sebelum masuk ke area makam, disarankan untuk melepas alas kaki agar kebersihan dan kesucian makam tetap terjaga.

Encik dan Puan dapat berziarah serta berdoa di depan makam Sultan Syarif Kasim II yang berada di tengah, dan dilindungi oleh kain berwarna kuning yang tergantung hingga bagian langit-langit.

Sementara itu di samping kanan dan kiri makam Sultan, terdapat makam permaisuri dan juga kerabat Sultan.

Usai berziarah, kita dapat melanjutkan untuk menunaikan shalat di Mesjid Raya Syahabuddin atau yang lebih dikenal oleh masyarakat Kota Siak dengan nama Mesjid Sultan.

Disebut Mesjid Sultan karena merupakan merupakan warisan dari Kesultanan Siak, yakni dibangun pada masa pemerintahan Sultan Assayidis Syarif Kasyim Abdul Jalil Syaifuddin (Sultan Syarif Kasim) II.

Terletak di tepi Sungai Siak, Masjid Raya Syahabuddin ini merupakan masjid tertua di kota Siak Sri Indrapura dan didirikan pada tahun 1926.

Arsitektur Masjid Raya Syahabuddin sendiri merupakan dari perpaduan gaya Timur Tengah dan Melayu. Warna kuning yang terang dan mencolok ini merupakan ciri khas warna kebangsawanan Melayu.

Hingga kini Mesjid tersebut masih menjadi tempat ibadah warga Kota Siak. Terlebih lagi dilengkapi dengan fasilitas pendingin udara AC yang membuat ruangan masjid bertambah sejuk.

Begitu masuk ke dalam kita dapat melihat mimbarnya yang terbuat dari kayu serta diukir indah dengan motif daun dan bunga. Selain itu juga ada lampu gantung bergaya Eropa.

Selain menjadi lokasi wisata religi, di kawasan ini dibangun Water Front City yang dikenal dengan nama Tepian Bandar Sungai Jantan.

Water front City Tepian Bandar Sungai Jantan ini memiliki konsep yang mengintegrasikan wisata sejarah dan budaya. Kawasan ini selalu ramai dikunjungi oleh para wisatawan.

The post Berziarah Ke Makam Sultan Syarif Kasim II appeared first on infoRiau.



from infoRiau http://ift.tt/2rDNzRl

Saturday, May 27, 2017

Kawasan Wisata Beting Aceh, kini jadi kawasan Tambang

Keputusan Pemda Provinsi Riau untuk memberikan izin kepada PT. Logomas Utama untuk ‘menggarap’ pasir yang berada di kawasan perairan laut Kecamatan Rupat Utara Kabupaten Bengkalis, sontak menuai kontroversi di kalangan masyarakat. Hal ini dikarenankan kawasan tersebut merupakan bagian dari kawasan wisata bahari yang selama ini dibanggakan oleh masyarakat.

Sesuai informasi yang didapat, izin yang dikeluarkan oleh pemerintah Propinsi Riau melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu nomor 503/DPMPTSP/IZIN-ESDM/66 tertanggal 29 maret 2017 kepada PT. Logomas Utama seluas 5.030 Hektare di perairan Rupat Utara kabupaten Bengkalis termasuk didalamnya sebagian kecil pulau Beting Aceh dan Separuh dari Pulau Bali.

Selain itu, lokasi eksplorasi pasir laut yang yang diberikan kepada perusahaan tersebut masuk dalam rencana zona jalur penangkapan nelayan kabupaten Bengkalis. Hal ini tentu saja akan mengganggu aktifitas nelayan di sekitar lokasi. Banyak hal yang menyebabkan masyarakat meminta agar izin ini ditinjau ulang oleh pemerintah.

The post Kawasan Wisata Beting Aceh, kini jadi kawasan Tambang appeared first on infoRiau.



from infoRiau http://ift.tt/2r6sHhO

Monday, January 23, 2017

Gubri: Riau Siaga Darurat Karhutla

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau akhirnya mengeluarkan status siaga darurat bencana asap yang berlaku selama 96 hari, sejak hari ini (Selasa, 24/1) hingga 30 April 2017 mendatang.

Status siaga darurat ini disampaikan langsung oleh Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman, dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Penetapan Status Siaga Darurat Bencana Asap Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Riau yang bertempat di ruang Melati, Kantor Gubernur Riau.

Keputusan ini diambil oleh Pemprov Riau setelah Gubernur Riau mengikuti kegiatan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) di Istana kemarin (Senin, 23/1).

Gubri dalam sambutannya mengapresiasi keberhasilan tim Satuan Tugas (Satgas) Karhutla Riau tahun 2016 yang lalu dalam mengendalikan titik api.

“Secara nasional terjadi penurunan hotspot sebesar 83,2%, yang mana pada tahun 2015 luas lahan yang terbakar adalah 2,6 juta hektare. Sementara pada tahun 2016 menjadi 438.360 hektare,” terang Gubri.

Dengan menyatakan status siaga ini lebih awal, maka pencegahan karhutla akan lebih baik. Terlebih lagi telah ada 2 kabupaten/kota di Riau, yakni Kota Dumai dan Kabupaten Rokan Hilir yang tingkat titik apinya cukup tinggi.

“Hari ini kita sudah bisa menyatakan status siaga darurat di Provinsi Riau, sehingga pencegahan bisa segera dilaksanakan,” tutup Gubri.

Seperti yang kita ketahui bahwa pada tahun 2015 yang lalu, kasus karhutla memberikan dampak yang begitu besar karena mengganggu akitvitas pendidikan, pemerintah dan perhubungan.

The post Gubri: Riau Siaga Darurat Karhutla appeared first on infoRiau.



from infoRiau http://ift.tt/2kbIdW4

Sunday, January 15, 2017

Ekowisata Mangrove Rawa Mekar Jaya

Selain Ekowisata Mangrove Mengkapan, di Kabupaten Siak kini memiliki kawasan hutan mangrove lainnya, yakni Hutan Mangrove Rawa Mekar Jaya.

Hutan Mangrove Rawa Mekar Jaya ini berada di Kampung Rawa Mekar Jaya, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, dengan luas sekitar 50 Hektar.

Untuk menuju kawasan Hutan Mangrove ini dapat ditempuh melalui jalur darat, yakni kurang lebih sekitar 3 jam dari Pekanbaru. Kawasan ini mulai didirikan pada awal tahun 2015 oleh Kelompok Pecinta Alam Kampung Mekar Jaya.

Pada awalnya mereka hanya ingin menyelamatkan pohon-pohon bakau yang dirusak oleh pihak yang tidak bertanggung jawab dengan menebang bakau secara liar.

Namun, karena melihat bahwa akar-akar kayu bakau tersebut sangat unik dan menarik serta memiliki potensi untuk dikembangkan, maka muncullah ide untuk mengelola kawasan tersebut menjadi tempat wisata yang dibuka untuk umum.

Untuk masuk ke kawasan ini anda tidak perlu merogoh kantong cukup dalam, hanya perlu membayar biaya parkir sebesar Rp 3.000,- untuk kendaraan roda dua dan Rp 5.000,- untuk kendaraan roda 4 dan ada sudah dapat menikmati suasana teduh dan asri yang masih terjaga serta pepohonan yang memenuhi Rumah Alam Mangrove secara gratis, ditambah jalan kambangan dari papan yang panjangnya sekitar 500 meter.

Mekar Jaya 1

Di dalam kawasan ini disediakan berbagai fasilitas yang dapat memanjakan pengunjung yang ingin melepas penat dari hiruk pikuknya suasana kerja. Selain suasana teduhnya pohon-pohon bakau, di sana juga terdapat rumah-rumah pohon untuk para pengunjung beristirahat melepas penat.

Bagi para pengunjung yang hobi memancing, dapat duduk bersantai di jembatan yang sudah disediakan di tepi sungai yang tentunya masih alami sehingga masih banyak ikan dan udang galah dan hasil pancingan tersebut dapat dibawa pulang secara gratis.

Selain untuk berwisata menikmati keindahan alam, di kawasan ini juga dapat dijadikan sebagai wisata edukasi dimana anak-anak, pelajar atau mahasiswa yang cinta lingkungan dapat belajar tentang pembibitan dan penanaman mangrove yang dikelola oleh Kelompok Rumah Alam Mangrove.

Kelompok Rumah Alam Mangrove telah melakukan berbagai upaya dalam pemanfaatan Ekositem Mangrove dengan pendekatan edukasi, wisata serta ekonomi kreatif berbasiskan masyarakat.

Selain mengenalkan hutan mangrove, juga telah disiapkan berbagai hasil olahan dari pohon mangrove dan hasil alam lainnya seperti sirup, dodol, selai dari buah-buahan pohon mangrove jenis berembang dan anyaman tikar dan atap rumah dari daun nipah.

Jadi untuk wisatawan yang datang dari jauh-jauh ke kawasan ini bisa membawa oleh-oleh dengan harga yang sangat terjangkau. Kegiatan penyelamatan ekosistem mangrove ini tentunya banyak sekali pengaruh serta manfaat untuk ekonomi dan kelestarian ekosistem bagi masyarakat yang berada dilingkungan mangrove.

The post Ekowisata Mangrove Rawa Mekar Jaya appeared first on infoRiau.



from infoRiau http://ift.tt/2joSrUK

Tuesday, November 8, 2016

Para Pahlawan Melayu Riau yang Terlupakan

Tokoh pahlawan Melayu Riau sebenarnya ada banyak. Khusus untuk yang mendapatkan gelar pahlawan nasional sendiri ada dua, yakni Sultan Syarif Qasim II yang berasal dari Siak Sri Indrapura dan Tuanku Tambusai yang berasal dari Rokan Hulu.

Adapun saat ini banyak dari kita yang melupakan para pahlawan Melayu Riau yang tak kalah heroiknya dibandingkan Sultan Syarif Qasim II dan Tuanku Tambusai.

Mereka adalah Hang Tuah, Tengku Sulung dari Reteh, Indragiri Hilir, Raja Ali Haji ‘Gurindam 12’ dari Kepulauan Riau, Raja Haji Fisabilillah dari Dabo, Singkep, Lingga, Datuk Tabano dari Kampar dan masih banyak lagi.

HANG TUAH

hang-tuahHang Tuah adalah seseorang pahlawan serta tokoh legendaris Melayu pada masa pemerintahan Kesultanan Malaka abad ke-15. Ia dikenal sebagai seorang pelaut miskin dengan pangkat laksamana dan juga petarung yang hebat, baik di laut maupun di daratan.

Hang Tuah bersama dengan rekan seperjuangan, Hang Jebat, Hang Nadim, Hang Kasturi, Hang Lekir, dan Hang Lekiu berhasil membunuh para bandit dan dua orang yang berjaya menghancurkan desa dengan amarahnya.

Karena kehebatannya tersebut, Bendahara (Perdana Menteri, red) dari Melaka mengambil mereka berempat untuk bekerja di istana.

Hang Tuah juga terkenal karena berhasil membunuh Taming Sari, seorang jawara yang jagoberkelahi, kebal senjata dan dapat menghilang. Ia berasal dari pemerintahan Kerajaan Majapahit.

Setelah membunuh Taming Sari, lalu Hang Tuah mengambil kerisnya dan diberi nama Taming Sari. Keris tersebut diceritakan dapat membuat pemiliknya memiliki kesaktian menjadi hilang.

TENGKU SULUNG

tengku-sulung

Merupakan seorang pejuang kemerdekaan yang melawanan kolonial Belanda di daerah Reteh, Sungai Batang. Ia diperkirakan lahir di Lingga, Kepulauan Riau.

Sejak Kecil, dididik dengan ajaran Islam yang ketat. Karena itu membuatnya tidak suka dengan Belanda dam tidak mau bekerjasama dengan Belanda dalam bentuk apapun.

Tengku Sulung menjadi Panglima Besar Reteh setelah Sultan Muhammad, Sultan Lingga yang berkuasa di Reteh. Kemudian ia membangun Benteng yang kelak ditandai dengan adanya Desa Benteng, Sungai Batang, Indragiri Hilir di Hulu Sungai Batang.

Benteng tersebut menjadi pertahanan Tengku Sulung bersama pasukannya dalam melawan Belanda. Akhirnya perjuangan Tengku Sulung dan pasukannya berhenti setelah Belanda membawa Haji Muhammad Thaha, juru tulis Tengku Sulung yang telah ditangkap Belanda di Kotabaru.

Ia diultimatum oleh Residen Belanda agar menyerah kepada Komandan Ekspedisi. Pada penyerangan 7 November 1858 yang banyak menewaskan rakyat Reteh, Tengku Sulung juga ikut tertembak di leher oleh pasukan Belanda.

RAJA HAJI FISABILILLAH

raja_haji_fisabilill

Raja Haji Fisabilillah dikenal sebagai salah satu tokoh pahlawan yang diabadikan menjadi nama bandar udara di Tanjung Pinang, yakni Bandar Udara Internasional Raja Haji Fisabilillah.

Ia lahir di Kota Lama, Ulusungai, Riau, pada tahun 1725 dan wafat di Ketapang, 18 Juni 1784. Beliau dimakamkan di Pulau Penyengat, Indera Sakti, Tanjung Pinang, Provinsi Kepulauan Riau.

Selain melawan pemerintahan Belanda, Raja Haji Fisabilillah juga berhasil membangun pulau Biram Dewa di sungai Riau Lama. Ia dijuluki sebagai Pangeran Sutawijaya (Panembahan Senopati) di Jambi, karena keberaniannya.

RAJA ALI HAJI

raja_ali_hajiRaja Ali Haji bin Raja Haji Ahmad atau yang lebih dikenal dengan nama penanya, yakni Raja Ali Haji, merupakan seorang ulama, sejarawan, dan pujangga abad ke-19 keturunan Bugis dan Melayu.

Raja Ali Haji lahir di Selangor, Malaysia, tahun 1808 dan meninggal di Pulau Penyengat, Kepulauan Riau, tahun 1873. Ia merupakan cucu dari Raja Haji Fisabilillah, Yang Dipertuan Muda IV dari Kesultanan Lingga.

Raja Ali Haji dikenal sebagai pencatat pertama dasar-dasar tata bahasa Melayu lewat buku Pedoman Bahasa yang menjadi standar bahasa Melayu. Kemudian standar bahasa Melayu itulah yang ditetapkan sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia, dalam Kongres Pemuda Indonesia 28 Oktober 1928.

Adapun mahakaryanya, Gurindam Dua Belas (1847), menjadi pembaru arus sastra pada zamannya. Selain itu, Kitab Pengetahuan Bahasa, Kamus Loghat Melayu-Johor-Pahang-Riau-Lingga penggal yang pertama, merupakan kamus ekabahasa pertama di Nusantara.

Syair Siti Shianah, Suluh Pegawai, Hukum Nikah, dan Sultan Abdul Muluk, Tuhfat al-Nafis (“Bingkisan Berharga” tentang sejarah Melayu), Mukaddimah fi Intizam (hukum dan politik), merupakan hasil karyanya.

Atas hasil-hasil karyanya tersebut, Raja Ali Haji juga patut diangkat jasanya dalam penulisan sejarah Melayu. Tak hanya aktif menulis, ia juga aktif sebagai penasihat kerajaan.

Pada 5 November 2004 yang lalu, Raja Ali Haji ditetapkan oleh Pemerintah Republik Indonesia menjadi pahlawan nasional.

DATUK TABANO

makam-datuk-tabano

Datuk Tabano adalah tokoh pejuang dari Kampar, yang nama kecilnya Gandulo. Ia dilahirkan tahun 1869 di kampung Uwai di Kenegrian daerah Limo Koto Kampar.

Beliau menjadi Dubalang dari Datuk Tuo dan diberi gelar Datuk Tabano oleh Ninik Mamak suku Melayu Datuk Tua, hasil kesepakatan kaum persukuan Kampar.

Datuk Tabano memegang kekuasaan pada saat negeri sedang carut marut, dengan pusat pertahanan berada di tepi sungai Kampar, Batu Dinding Rantau Berangin. Sedangkan pelocuan tonggak di daerah pulau Ompek Kuok.

Berbekal ilmu kebal diri, ia mampu mempertahankan Limo Koto dari serbuan Belanda yang datang dari hulu.

Pada pertengahan tahun 1895, terjadi perang antara Belanda dengan rakyat Limo Koto. Perahu pasukan Belanda tenggelam setelah dihajar pasukan Tabano, saat memasuki kandang perairan.

The post Para Pahlawan Melayu Riau yang Terlupakan appeared first on infoRiau.



from infoRiau http://inforiau.co.id/melayu/para-pahlawan-melayu-riau-yang-terlupakan/

Thursday, November 3, 2016

Maawuo Danau Bokuok, Tradisi Menangkap Ikan di Kampar

Event tradisional wisata Riau, Maawuo Danau Bokuok, bakal digelar pada tanggal 13 November 2016 mendatang.

Rencananya acara tahunan yang digelar di Danau Bokuok, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, ini akan dibuka langsung oleh Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman.

Maawuo Danau Bokuok merupakan tradisi menangkap ikan bersama-sama menggunakan jala. yakni sejenis jaring yang menggunakan besi pemberat di pinggir, saat dilempar akan mengembang.

Tradisi yang telah ada turun temurun sejak tiga ratus tahun yang lalu ini dulunya hanya dilaksanakan sekali setahun menjelang bulan puasa.

Adapun tujuannya agar ikan yang telah ditangkap dapat dijadikan sebagai bahan makanan. Karena pada jaman dulu, pada saat bulan puasa (ramadhan, red) masyarakat di sana tidak bekerja.

Tapi saat ini acara Maawuo Danau Bokuok hanya dilaksanakan sekali dalam beberapa tahun. Biasanya sebelum pelaksanaan Maawuo, para tetua adat dan ninik mamak menggelar rapat.

Masyarakat setempat pada hari H mendirikan pondok/tenda, bahkan sebagian masyarakat juga bermalam di sana.

Pesta rakyat Maawuo Danau Bokuok ini dipastikan akan berjalan meriah serta mendapatkan dukungan dari berbagi pihak, baik itu dari pemerintah daerah hingga seluruh tokoh masyarakat Tambang.

Rencananya akan ada lomba yang melibatkan para musisi tradisional antar desa yang ada di Kecamatan Tambang.

Pihak panitia juga telah mempersiapkan hadiah, salah satunya memperebutkan piala bergilir Gubernur Riau pada perlombaan pacu sampan yang akan diikuti seluruh Kecamatan se-Kabupaten Kampar. (grc)

The post Maawuo Danau Bokuok, Tradisi Menangkap Ikan di Kampar appeared first on infoRiau.



from infoRiau http://ift.tt/2eCh37D

Tuesday, November 1, 2016

UMP Riau 2017

Upah Minimum Provinsi (UMP) Riau dipastikan mengalami kenaikan sebesar 8,25 Persen jika dibandingkan dengan UMP pada tahun yang sebelumnya.

Hal tersebut setelah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi menetapkan angka UMP Riau tahun 2017.

Untuk diketahui bahwa UMP Riau tahun 2017 ditetapkan pada angka Rp 2.266.722,53 dan SK Penetapannya tersebut telah ditandatangani oleh Gubernur Riau, Selasa (1/11) pagi.

Seperti yang disampaikan oleh Kadisnakertransduk Riau, Rasidin Siregar, bahwa kenaikan UMP ini berdasarkan pada Peraturan Pemerintah (PP) 78 tahun 2015.

Adapun kenaikan UMP 8,25 persen ini berlaku secara nasional, yang mana Inflasi dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) menjadi tolak ukurnya.

Riau menjadi salah satu dari 17 provinsi di Indonesia yang menerapkan kenaikan UMP sebesar 8,25. Ke-17 provinsi tersebut antara lain:

  1. Kalimantan Tengah
  2. Sulawesi Utama
  3. Sulawesi Tengah
  4. Maluku
  5. Papua Barat
  6. Sulawesi Barat
  7. Bengkulu
  8. Riau
  9. DKI Jakarta
  10. Kalimantan Timur
  11. Sulawesi Selatan
  12. Kalimantan Utara
  13. Lampung
  14. Sulawesi Tenggara
  15. Maluku Utara
  16. Sumatera Selatan
  17. Papua

The post UMP Riau 2017 appeared first on infoRiau.



from infoRiau http://ift.tt/2eWAzMz

Tuesday, October 25, 2016

Sumur Kering, Masyarakat Rohul Gelar Salat Istisqa

Masyarakat di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) merindukan hujan. Sudah empat bulan belakangan intensitas hujan berkurang hingga sebabkan sumur masyarakat kering.

Akibat sumur di rumah kering, kebanyakan masyarakat lebih memilih beraktivitas di aliran sungai terdekat. Namun, bagi masyarakat berkecukupan, mereka lebih memilih membeli air dari Penyedia Air Bersih atau PAB.

Berharap hujan segera turun, siswa SMK Negeri 1 Rambah menggelar Salat Istisqa atau Salat minta hujan di halaman sekolahnya dipimpin Imam dan Khatib Ustad Amrizal, Selasa (25/10/16) pagi.

Kepala SMKN 1 Rambah Yulisman mengatakan Salat Istisqa dilaksanakan merupakan ide dari guru-guru di sekolahnya, karena musim kemarau sudah terjadi cukup lama.

“Ini ide dari guru-guru, karena sudah lama musim kemarau. Sumur di rumah para guru mulai kering,” ujar Yulisman uang dikutip inforiau.co.id dari riauterkinicom, Selasa sore.

Di hari yang sama, masyarakat di Kecamatan Rambah Samo juga menggelar Salat Istisqa di lapangan kantor Camat setempat.

Menurut masyarakat Rohul, musim kemarau tahun ini sudah luar biasa. Di tahun-tahun sebelumnya, musim kemarau hanya sekira tiga bulan, namun di tahun ini sudah empat bulan.

Dampak kemarau panjang, debit air Sungai Batang Lubuh Pasirpangaraian dan Sungai Rokan Ujungbatu juga sudah mulai menyusut.

Di musim kemarau, petugas BPBD Rohul punya tugas baru, distribusikan air bersih untuk masyarakat, seperti di Kecamatan Rambah Hilir dan Kecamatan Tambusai.

Hanya untuk mendapatkan air bersih masyarakat rela membawa jirigen, mencari air sampai ke aliran sungai dan aliran irigasi. Langkah ini dilakukan karena mereka tak punya uang cukup membeli air. (rtc/fdi)

The post Sumur Kering, Masyarakat Rohul Gelar Salat Istisqa appeared first on infoRiau.



from infoRiau http://ift.tt/2fdYTg5

2 Eks Kapolda Riau Beda Pernyataan SP3 Kasus Kebakaran Lahan

Bekas Kepala Kepolisian Daerah Riau Inspektur Jenderal Dolly Bambang Hermawan mengaku mengeluarkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3) terhadap tiga korporasi yang diduga membakar lahan. Dia membantah menghentikan penyidikan terhadap 15 korporasi.

“(SP3) itu pun dilakukan di Polres Pelalawan,” kata Dolly, di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa, 25 Oktober 2016. “Sisanya saya tidak tahu. Saya sudah bukan kapolda (kepala kepolisian daerah).”

Dolly menjelaskan penghentian penyidikan tersebut di hadapan Panitia Kerja Kebakaran Lahan dan Hutan Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat. Panitia memanggil Dolly sebagai Kepala Polda Riau sebelum digantikan Brigadir Jenderal Supriyanto.

Anggota Panitia Kerja dan Komisi Hukum, Arsul Sani, mengatakan bakal memanggil kembali Dolly dan mantan Kepala Polda Riau Brigadir Jenderal Supriyanto. “Sementara Pak Supriyanto bilang SP3 dilakukan oleh Kapolda sebelumnya,” ujar Arsul.

Pada rapat panitia kerja sebelumnya, Supriyanto menjelaskan SP3 dikeluarkan oleh Kapolda Riau. Supriyanto mengatakan pihaknya mengeluarkan SP3 karena tidak memenuhi persyaratan atau alat bukti.

Beberapa alasannya antara lain ada perusahaan yang sudah dicabut izinnya oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, kebakaran terjadi di lahan milik masyarakat, dan sumber api berasal dari lahan yang berseberangan.

Dolly menambahkan, selama jabatannya terdapat 18 kasus yang diusut terkait dengan kebakaran hutan. Namun, ia tak mengetahui munculnya SP3 terhadap 15 perusahaan sisanya. “Silakan saja kalau sekian banyak SP3, tinggal lihat bulan, kapan SP3,” ujarnya. seperti dikutip inforiau.co.id dari tempo.co. (tc/fdi)

The post 2 Eks Kapolda Riau Beda Pernyataan SP3 Kasus Kebakaran Lahan appeared first on infoRiau.



from infoRiau http://ift.tt/2eEqDXM